BRMP Sulteng Siapkan Benih Cakrabuana untuk Dukung Produksi Padi
Sigi, 14 Mei 2026. BRMP Sulawesi Tengah terus memperkuat upaya peningkatan produksi padi melalui penyediaan benih bermutu bagi petani. Sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian di tingkat provinsi, BRMP Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan produksi benih sumber kelas Stock Seed (SS) sebagai bagian dari penguatan sistem perbenihan di daerah.
Kegiatan produksi benih sumber tersebut dilakukan dengan menerapkan teknologi pendukung produksi benih serta standar operasional budidaya dan sertifikasi benih sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan benih yang dihasilkan memiliki mutu genetik, fisik, dan fisiologis yang baik sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Produksi benih dilaksanakan bersama petani kooperator yang dinilai aktif, berpengalaman dalam budidaya padi, memiliki atau menguasai lahan yang jelas, serta bersedia menerapkan standar produksi dan sertifikasi benih secara konsisten.
Dalam kaitan tersebut, BRMP Sulawesi Tengah telah menetapkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pada tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Dahlia, Milenial, dan Sarumaka dengan total luas pengembangan mencapai 3,5 ha.
Produksi benih tersebut menggunakan varietas Cakrabuana kelas SS yang memiliki potensi produksi baik dan diharapkan mampu mendukung kebutuhan benih unggul di Sulawesi Tengah.
Sebagai tahap awal kegiatan, Tim BRMP Sulawesi Tengah pada Rabu (13/5) melaksanakan penyiapan dan penyerahan benih varietas Cakrabuana kelas SS kepada kelompok tani kooperator di Desa Maranata, Kecamatan Sigi Kota.
Benih yang telah diserahkan selanjutnya akan memasuki tahap persemaian pada lahan yang telah dipersiapkan oleh petani. Seluruh rangkaian kegiatan produksi benih nantinya akan terus mendapatkan pendampingan teknis dari BRMP Sulawesi Tengah sesuai teknologi produksi benih dan standar operasional yang berlaku.
Selain penyerahan benih, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi teknis mengenai pelaksanaan budidaya padi, mulai dari teknik persemaian, pengelolaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga tahapan sertifikasi benih.
Kegiatan dihadiri oleh penyuluh pendamping, anggota kelompok tani, serta tim teknis BRMP Sulawesi Tengah yang turut memberikan arahan dan penguatan teknis kepada petani kooperator.